Tele marketer, siapa yang tidak mengenal mereka? Bagi sebagian orang, mereka adalah pengganggu, sebagian lain berkata bahwa mereka menyediakan informasi yang berguna hanya saja waktunya tidak tepat. Secara pribadi, mereka tidak mengganggu atau apapun, secara gw kagak pernah ditelponin ama mereka yach~~Bagaimana dengan internet maeketer, dan email marketer? sama seperti tele marketer, bedanya mereka lebih gampang didiamkan ketimbang tele marketer.
Tapi kalau dipikir lebih panjang, para marketer yang disebutkan barusan, terutama tele marketer, harus memiliki kesabaran yang luar biasa. Minimal karena lebih banyak orang yang memaki-maki mereka ketimbang menyambut maksud baik mereka. Pendekatan yang mereka lakukan, disebut juga dengan istilah Permission Marketing. Menurut mbah wikipedia, Permission Marketing ialah pendekatan dimana marketer akan bertanya terlebih dahulu apakah calon customernya mau melanjutkan ke step selanjutnya. Jika "Ya", maka biasanya para marketer akan memberikan opsi, dan hal-hal yang berkaitan dengan tujuan mereka. Jika "Tidak", tetap saja si marketer akan menawarkan, namun kali ini lebih gencar, tetapi ada juga yang langsung menyerah (walaupun jarang).
Sebagai orang yang dibesarkan dengan budaya timur yang masih tahu soal tata krama, Permission Marketing ini dianggap lebih sopan karena ditawari terlebih dahulu ketimbang langsung dateng, dan lempar-lempar selebaran kagak jelas di depan rumah orang. Selain norma kesopanan, Permission Marketing ini juga termasuk menghemat biaya (khususnya biaya advertising) karena mereka langsung menyerang target pasar yang sudah jelas, dan menghentikan segala upaya untuk terus memasarkan produk atau jasa yang mereka tawarkan begitu mengetahui calon customernya tidak berminat dengan apapun yang mereka tawarkan.
Dibawah ini ada beberapa quote dari film fave gw, Seinfeld dalam menghadapi tele marketer, dan sejenisnya
Telemarketer: Would you be interested in a subscription to the New York Times?Namun cara yang diatas kurang memberikan kepuasan batin (waddehek...), maka dari itu biasanya gw ngegunain quote ini
Jerry: Yes.
[hangs up]
Jerry: This isn't a good time.
Telemarketer: When would be a good time to call back, sir?
Jerry: I have an idea, why don't you give me your home number and I'll call you back later?
Telemarketer: Umm, we're not allowed to do that.
Jerry: Oh, I guess because you don't want strangers calling you at home.
Telemarketer: Umm, no.
Jerry: Well, now you know how I feel.
[hangs up phone]
