Rabu, 17 Desember 2008

ストライクウィッチーズ (Strike Witches)

Tanpa ada maksud menyinggung perasaan para penggemar loli, seperti Ivan Xan-Kriegor. Dalam kesempatan kali ini, gw akan membahas tentang fenomena Strike Witches. Sebelumnya, apa yang terlintas di benak kalian kalau mendengar nama Wilcke, Clostermann, Hartmann, Barkhorn, atau Lucchini? Kemungkinan, sebagian besar akan geleng-geleng kepala, dan langsung mencari lewat wikipedia (All Hail Wikipedia!), tetapi bagi makhluk seperti Ivan Xan-Kriegor, tentunya akan mengetahui bahwa nama-nama tersebut adalah nama pilot semasa perang dunia.
Nah inilah plot twistnya. Entah dengan alasan apa, entah yang ngasi ide lagi kesambet wangsit apaan tau... Tapi tiba-tiba muncullah... versi gender bending dari pilot-pilot tersebut dalam anime fanservice, Strike Witches.
Kenapa anime fanservice? Dood... Siapa orang waras yang bakal nonton Strike Witches buat aksinya? Kemungkinan besar (gw menduga... 99,99%) mereka nonton Strike Witches karena... pantyshot, MINIMAL pantyshot. Bagi yang belon pernah nonton atau tau dengan Strike Witches, percayalah kalo gw blg... Anime tersebut, yang seluruh major characternya ce, kayak kgk kenal yang namanya celana panjang atau rok. Apa yang terjadi? Celana dalem berkewer-kewer ria dari mulai episode 1 sampe episode 12.

[Dalam Pengerjaan Lebih Lanjut *lagi duber sama si Ivan~~*]

Selasa, 16 Desember 2008

電子調達 (e-Procurement)

PICTURE UNRELATED
Tema kali ini adalah e-Procurement. Apa itu e-Procurement? Gampangnya, itu adalah procurement yang masuk dalam dunia web, makanya dtambahin "e" di depannya. Ok... Serius dikit... Jadi, e-Procurement ialah sistem penyediaan barang atau jasa yang menggunakan bantuan media elektronik seperti internet. Biasanya, e-Procurement digunakan apabila sebuah lembaga atau perusahaan ingin mengefisienkan, dan mengefektifkan sumber daya mereka. Walaupun pada kenyataannya tidak semua e-Procurement itu selalu mendapatkan upah balik berupa uang, terkadang bisa juga dalem bentuk jasa yang setimpal (liat aja forum trading VW di GQ, iya gw tau itu beda, cuman daripada kgk ada contoh mirip yg lebih "aman").
Ada 5 prinsip dasar yang harus diikuti apabila seseorang hendak menggunakan metode e-Procurement, yaitu :
  • at the right price
  • delivered at the right time
  • are of the right quality
  • of the right quantity
  • from the right source
Kelima right diatas memiliki satu kesamaan (bukan sama-sama tulisannya right yang dibold) yaitu produk atau jasa yang diminta harus sesuai dengan dana yang hendak dikeluarkan, produk atau jasa harus dapat dikirimkan tepat waktu, produk atau jasa tersebut harus berjumlah sama dengan yang dipesan dengan kualitas yang sesuai, dan harus berasal dari pengirim yang sesuai.

Mitos lama mengatakan kalau e-Procurement itu berguna untuk proses bisnis karena dapat mengurangi waste. Hal itu memang benar, namun set-up cost yang membsar membuat hasil dari pembuatan e-Procurement tidak bisa dirasakan secara langsung. Namun sperti perkataan orang "alokasi dana membuat semuanya tampak kecil".

Selasa, 09 Desember 2008

ゲームセンタ (GameQuarters)

Perkenalkan, GameQuarters, sebuah franchise yang bergerak di bidang game, dan entertainment. GameQuarters diciptakan oleh tim manajemen yang memang telah berkecimpung dalam bidang industri game, dan media selama 10 tahun belakangan ini. Apakah GameQuarters telah menjalankan 6 strategic decision? Sebelumnya, marilah kita melihat apa saja 6 strategic decision yang menyangkut e-biz.
  1. e-business channel priorities
  2. Organizational restructuring, dan capabilities
  3. Business, service, and revenue models
  4. Marketplace restructuring
  5. Market, and product development strategies
  6. Positioning, and differentation strategies
Dimulai dari langkah pertama, e-business channel priorities, GameQuarters yang merupakan perusahaan tradisional masih belum dapat menggunakan channel e-biz sebagai prioritasnya. Rasanya langkah yang paling mendekati dengan e-biz ialah hampir seluruh komunikasi antara GameQuarters dan frenchisee dilakukan melalui media internet, dan tidak perlu bertemu secara langsung (tidak sebanyak dahulu ketika internet belum populer).
Sebagai perusahaan yang terus berkembang, GameQuarters tidak segan-segan untuk merestrukturisasi struktur organisasinya demi kelangsungan hidup mereka. Dalam hal ini, langkah kedua, Organizational restructuring, dan capabilities, telah dijalankan dengan baik oleh mereka.
Langkah ketiga, Business, service, and revenue models, juga sudah diketahui oleh pihak GameQuarters (tentunya). Hal tersebut dapat dilihat dari visi mereka sebagai waralaba game center pertama yang berorientasi kepada komunitas, ketimbang pada lokasi atau fasilitas.
Mengenai langkah Marketplace restructuring, saya berpendapat bahwa mereka sudah melakukannya, namun pada kenyataannya... blank. Lokasi mereka yang tidak hanya pada 1 lokasi saja membuat mereka mau tidak mau harus siap untuk berubah mengatasi permintaan pasar di lokasi baru. Namun sebagai usaha waralaba, rasanya kendala tersebut akan sedikit-banyak lebih terasa pada sang franchisee.
Sebagai seorang yang telah mengamati GameQuarters sejak lama (karena memang lingkungan tempat kerja yang mengharuskan). Untuk langkah Market, and product development strategies telah mereka lakukan dengan baik, terutama dalam menghadapi krisis sekarang ini. Pimpinan manajemen GameQuarters memang mengkhawatirkan kondisi perekonomian saat ini, namun industri fun semacam game center rasanya tidak akan begitu banyak terpengaruhi dalam masalah kuantitas pengunjungnya. Namun untuk biaya-biaya lain (seperti biaya listrik, dan parts komputer... itu masalah lain). Salah satu produk hasil ciptaan GameQuarters yaitu permainan kartu Vandaria Wars (yang sudah dicap oleh MURI sebagai permainan kartu pertama hasil karya anak bangsa) ialah produk yang paling didevelop karena memiliki pasar yang masih luas, dan terus berkembang. Disebabkan seringnya mereka mengikuti event bernuansa game, toy, dan anime, Vandaria Wars sedikit demi sedikit mulai dikenal disana-sini, yang secara tidak langsung berarti menarik pemain semakin banyak. Tidak terlupakan pihak GameQuarters juga mengiklankan Vandaria Wars secara khusus di media partner mereka, langkah ini disebut-sebut sebagai langkah mengeksklusifkan Vandaria Wars.
Last but not least, Positioning, and differentation strategies. Pihak gameQuarters tahu siapa market mereka, apa produk mereka, dan mengetahui bagaimana cara membesarkan nama mereka. Mereka menaruh diri mereka pada posisi "komunitas" karena mereka mengetahui bahwa pemain yang datang ke game center ialah mereka yang mencari teman, bukan hanya sekedar bermain. Mereka menyadari bahwa tidak semua pemain di GameQuarters mereka adalah pemain pro, maka setiap kali ada turnamen game, mereka membedakannya menjadi junior, dan pro.

Merekalah, GameQuarters. Mereka tidak melihat pemain yang datang ke tempat mereka sebagai "santapan" namun sebagai "teman". Mereka tahu bahwa lebih banyak pemain yang bermain di game center itu bukan hanya sekedar bermain, namun mencari komunitas, dan pertemanan.

英雄 (A True Hero)

Kembali membahas DotA, terutama mode -sdnpsp.
Seperti yang dibahas pada post 成功 (Success), mode -sdnpsp ialah mode yang sangat membutuhkan kerja sama tim. Sialnya, kita ga bisa milih tim kita kyk apa (bisa sich kl maen ama tmen). Salah satu tipe orang yang paling banyak ditemuin kalo maen mode -sdnpsp itu tipe orang heroic (penamaan dari gw sendiri). Orang heroic itu adalah tipe orang yang selalu ngincer kill ketimbang ngincer kemenangan tim, biasanya jenis orang kyk gn selalu nyalahin temennya yang ngebuatnya mati ato ngebuat gagal kill. Sialnya, orang heroic itu banyak... Sangat BANYAK.
Kalo menurut gw, orang tipe heroic itu ada 3 :
  1. Heroic yang tau diri
  2. Heroic yang egois alias kgk tau diri
  3. Heroic newbie
Heroic yang tau diri itu nyadar kalo kgk bisa ngekill, dy bakal brenti berusaha. Heroic tipe ini biasanya tau kapan harus support temennya pas lg jungling (neutral creeping). Secara umum, orang yang dikategorikan dalam kategori ini merupakan orang-orang yang ngerti tentang hero yang digunainnya, bahkan bisa dibilang ahli. Kalo pas lagi maen -sdnpsp, orang tipe ini biasanya memilih hero yang penting untuk kemenangan timnya seperti levi (Tidehunter), roof (Treant Protector), atau Mortred (Phantom Assassin).
Tipe yang kedua... Tipe heroic yang kgk tau diri. Ini adalah tipe yang sangat-sangat umum. Kita contohin, misalkan orang tipe ini berhadepan ama Gondar (Bounty Hunter), dan laba-laba (Broodmother) tapi kgk mau beli Sentry Ward, atau pas temennya lagi megap-megap kesulitan ngedepin hero, dy malah enak-enakan jungling dengan alesan "kalo gw jadi pasti menang" (sialnya pas dy jadi, kita udah rata ama tanah). Secara umum, tipe ini juga selalu nyimpen 1 skill yang ga bakal mo dgunain kcuali dy tau bakal bisa last hi dgn skill tsb.
Kita sampai kepada tipe yang selalu ngebuat gw ngegunain facepalm, untungnya kgk sampe nangis. Heroic newbie itu sebutan untuk pemain baru yang bertingkah seakan-skan dy pemain pro dengan banyak ngekill. Tipe ini serupa tapi tak sama dengan tipe heroic ga tau diri, bedanya... Keliatan kalo dy pemain baru... Contohnya, andaikata dy maen pake BS (Bloodseeker) lalu nguber hero yang udah skarat, kebanyakan orang tau kalo si BS PASTI bisa bunuh tuh hero, tapi dengan heroic, dan tololnya dy malah pake Rupture... Ngebuang-buang sekempatan bagus hanya buat hero skarat...

Gw sich ngaku aja... Kalo gw itu tipe kedua...
Gw masih ngerasa rugi untuk ngabisin duit gw pas lg maen mode -sdnpsp untuk temen setim yang kgk tau diri~~

Selasa, 02 Desember 2008

戦略 (Strategies)

Sebelumnya, perkenalkan Nesa +Cross+, seorang yang sedang memulai bisnis di dunia maya bersama kedua rekannya, Ivan Xan-Kriegor, dan Indrajaya tolos. Bisnis mereka ialah bisnis penjualan berbagai jenis figure (terutama dari game, dan anime), gashapon (itu lho, maenan cekrekan yang biasa ada d depan Multi Toys), dan barang-barang kolektor sejenis. Toko mereka juga akan melayani pemesanan berbagai jenis barang lain yang mungkin dimasukkan seperti limited edition shirt, poster, banner, sampai doujinshi (fanmade comic).

Namun apa yang harus mereka lakukan sebelum membuat toko mereka yang semula hanya di kertas putih menjadi kenyataan?
  1. Mereka harus tahu barang apa yang akan mereka jual.
  2. Mereka harus mengetahui bagaimana cara mensupply barang-barang tersebut.
  3. Berapa harga yang dieruntukan untuk setiap barang, terutama yang limited edition.
  4. Web host mana yang akan dipilih?
  5. Bagaimana cara transaksinya?
  6. Bagaimana apabila ada pesanan yang berasal dari luar pulau Jawa?
Hal yang perlu diingat bahwa mereka menjual barang-barang tersebut karena memang minat mereka disana, itu membuat mereka akan mudah menjalani bisnis mereka tersebut. Internet yang telah berkembang pesat saat ini memudahkan mereka untuk menjadi retailer tanpa harus membuat barang mereka sendiri. Namun yang perlu diingat adalah karena bisnis mereka membuat mereka tidak bertemu dengan customernya secara langsung, mereka harus tanggap dalam pengiriman barang, dan menghadapi komplain.

Dengan banyaknya situs web hosting yang gratis, mereka dapat mulai membuat situsnya disana, dan kemudian kalau sudah mulai berkembang, berpindah ke situs web hosting yang lebih besar (dan biasanya harus membayar). Mengenai bahasa pemrograman yang digunakan, itu terserah mereka, mau menggunakan html ataupun php, pilihan tergantung pada seberapa mereka (terutama Ivan, dan Indra yang mengambil jurusan SI di Binys Int'l) menguasainya. Kalau sudah putus asa, meminta pihak ketiga untuk membuat situsnya merupakan jalan yang dapat ditempuh. Yang terpenting adalah desain, dan mutu barang yang diperdagangkan di situs mereka.

Nah, masalah terpenting tentunya adalah masalah sekuriti. Tidak sedikit orang, terutama di Indonesia, yang masih segan untuk melakukan transaksi lewat dunia maya. Ada beberapa pilihan jalan keluar, namun yang terbaik rasanya adalah PayPal. Berstukurlah kita, para penduduk di Indonesia sudah diizinkan untuk menggunakan PayPal. VeriSign selaku dedengkot dalam bidang shopping cart e-commerce merupakan pilihan yang baik terutama jika mereka ingin mengadakan sistem shopping cart untuk tokonya. Tapi jangan lupakan juga para customer yang tidak dapat melakukan transaksi secara online, selalu sediakan jalur alternatif pembayaran lain seperti transfer lewat bank, atau ketemuan di mal, ato tempat sejenis.

Selasa, 25 November 2008

切望 (Longing)

Sebelonnya, gw klarifikasi dulu kalo gw bukan penggemar incest ato twincest kyk si Ivan Xan-Kriegor (halo Xan~~).
Gambar dari Motivational Poster d atas dambil dari anime Kannagi -Crazy Shrine Maiden-, anime yang patut mndapet nilai 10/10. Lucu, pnuh dgn drama, aneh, dan tokohnya yang sangat brwarna-warni. Tapi gw kgk bakal bahas Kannagi karena ini bagian untuk Motivational Poster. Dan mentang-mentang gambarnya aneh bin ajaib, dan ada tulisan yang mnjurus k incest, tolong jangan dpikirin...

Mungkin gw lg slump, mngkin jg krn ada prubahan yang mendadak (gile, tugas bejibun pek!), bahkan mngkin krn gw udah lama kgk hangout bareng tmen-tmen gw. Tapi 2 mnggu blakangan ini rasanya banyak banget uneg-uneg yang pengen gw kluarin cuman entah kemana, dan kesiapa.
Pengen marah? Kgk juga, krn emang susah marah.
Pengen makan? Kurang ada nafsu makan.
Pengen tdur? Trlalu banyak tdur ngebuat badan kgk seger.
Pengen ngebacot sambil maen DotA? Kgk mungkin...
Pengen nonton d PIM2? Kgk ada maniak-maniak yang bisa dajak?

Moga-moga sblon jum'at semua deadline gw udah slese... Gw mo santai! Gw mo nonton (cman ga tau nonton apa)! Gw mo maen MonPoc (Monsterpocalypse)! Gw mo k FnG!

幻想と遊戯 (Fantasy 'n Games)

Tersebutlah nama Fantasy 'n Games (FnG) yang berlokasi di Arteri Pondok Indah. Berupa ruko 3 lantai dengan suasana yang suram, dan gelap. Dindingnya di cat hitam pekat, ada meja-meja aneh di tengah-tengah ruangan, dan terhias oleh begitu banyak poster makhluk-makhluk mengerikan. Namun itu semua adalah tanggapan bagi orang biasa pada umumnya.
FnG merupakan tempat berkumpulnya para pemain tabletop game seperti Warhammer, War Machine, Dungeon and Dragons, sampai produk mereka yang terbaru yaitu Monsterpocalypse. Disana mereka bebas bertransaksi, bermain, atau sekedar bercengkrama. Walaupun terpampang dengan jelas produk macam apa yang mereka jual, namun sangat terlihat bahwa mereka menjual lokasi untuk sekedar melepas lelah antar sesama pemain.
Baru-baru ini FnG memperluas usahanya dengan membuka toko baru di Mal Taman Anggrek (TA) yang berlokasi di lantai 3, sebelah Comic and Games (CnG). Toko barunya ini tampak jauh lebih kecil dari yang ada di Arteri, dan kenyataannya juga toko tersebut jauh lebih sempit.

FnG memang tampak besar untuk toko yang menjual barang-barang khusus yang memiliki target pasar niche market seperti tabletop game. Terlebih lagi karena mereka bekerja sama langsung dengan Games Workshop, produsen Warhammer, dan berbagai produk lainnya. Andaikata FnG memiliki sistem penjualan secara online, tidak salah rasanya kalau berkata bahwa FnG akan semakin besar. Ambil contoh 1 produk mereka yang paling laku, Warhammer Fantasy Battle. Tidak sedikit orang yang ingin memainkan Warhammer Fantasy Battle di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Hal tersebut dibuktikan dengan dibukanya toko hasil kerjasama dengan FnG di bandung yang menjual produk-produk Warhammer Fantasy Battle. Kalau tidak salah, jenis revenue model yang dimaksud disini adalah "Direct product sales of product or service".

Kesimpulannya, tanpa berusaha membuat pihak-pihak laen tersinggung (sori, steven), FnG yang bisnisnya itu C2C harus memulai bisnis melalui internet (minimal pemesanan online), sejenis e-Shop. Bukan hanya memasang website yang kayaknya kagak pernah diupdate, diupdate tapi cuman News Flashnya, dan forumnya doang.

Kamis, 20 November 2008

成功 (Success)

Sebagai pemain DotA (DotA-Allstars) gw paling demen maen yang namanya -sdnpsp (Single Draft, No Power-up, Shuffle Player). Kenapa? Gw maen d rumah, jadi kgk bisa maen gangbang (maen sama-sama temen senet, yang biasanya dilakuin bersebelahan degan tujuan supaya kagak kalah telak), itu sebabnya gw milih mode -sp. Gw suka mode -sd soalnya disana kerja sama tim bner2 dutamain. Kalo soal -np... Sbenernya karena gw males harus bolak-balik kanan-kiri cuman buat nyari power-up~~
Balik lagi ke mode -sd. Belakangan ini gw maen d room dengan tmen setim yang aneh bin ajaib. Gw kgk ngerti kenapa, dan gw bukan tipe org yg suka nanya "eh, kenapa u milih str?" ato sjenisnya. Tapi 3 game terakhir gw, 3 dari 5 anggota tim gw selalu milih str hero, dan yang lebih anehnya selalu kalo bukan si poon (Rooftrellen), si sapi (Raigor), pasti si tide (Leviathan). Sebenernya sich ga ada salahnya milih hero-hero itu, tapi yang bikin permainan rusak itu ada aja pemain yang ga tau diri, dan selalu nyalahin pengguna 3 hero tersebut kalo salah skill, ngehunt sendiri, beli item yang ga dharepin, dan laen laen.
Barusan gw iseng maen 1 game, dan sekali lagi... Ada yang dapet poon, untungnya itu gw. Gw ngaku gw kgk terlalu bisa maen DotA, makanya bunuhnya cuman 1, sepatu aja ga bisa beli sampe akhir game. Tapi gw bisa beli Refresher Orb, dan Shiva's Guard jadi rasanya cuman bunuh 1 juga gpp~~

Rahasia dari kesuksesan adalah tau nyalahin siapa untuk kesalahan yang u perbuat. Itu bner, tapi itu bakal ngebuat u jadi pihak yang kalah. Berbesarlah hati, koreksi diri, dan selalu berpikiran positif. Dalam hal ini, DotA hanyalah game biasa, bukan taruhan nyawa, jangan ngebuat game yang harusnya fun, dan happy-happy joy-joy jadi rusak karena orang laen.

世界の終わりで (At World’s End)

世界の終わりで (At World’s End), nggak harus brarti hidup u akan berakhir kan? Apa yang akan u lakuin di ujung dunia? Lompat, dan tiwas? Balik, dan ngulang semua perjalanan yang u lakuin? Ato diem cengo? Apapun pilihan u, jangan pernah nyesel. Itulah jalan yang udah u pilih~~